Berau Dikenal Penghasil Udang Windu Organik Dipasarkan Domestik Dan Ekspor

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU :  Kabupaten Berau juga dikenal dari hasil udang windu organik pada tahun 2021 total produksinya mencapai 775,15 ton yang dipasarkan domestik dan eksportir Malaysia dan China. Permintaan undang windu organisme terus meningkat dari tahun ke tahun realitas ini tentunya menunjukkan jadi salah satu pemicu para penambak terus membuka Tambak baru yang banyak diantaranya dilakukan dengan membabat hutan mangrove.


Dalam sambutannya Bupati Berau Sri Juniarsih Mas diwakilkan oleh Plt Kepala Dinas Perikanan dan Staf Ahli Bupati Berau, Jaka Siswanta pada kegiatan panen udang windu di Kampung Batumbuk Kecamatan Pulau Derawan pada Rabu (21/8) kemarin. Dari pertimbangan itu memberikan dukungan penuh terhadap program MESTI yang digagas oleh Yayasan  Konservasi Alam Nusantara (YKAN). Menilai  program ini tidak hanya merestorasi ekosistem membantu menjaga keberlanjutan dan peningkatan produksi perikanan yang berdampak pada peningkatan pendapatan bagi para penambak.

 

 “Hal ini sejajar dengan komitmen kami yaitu meningkatkan ekonomi masyarakat dengan optimalisasi sektor rilis sumber daya alam dan pertanian dalam arti luas yang berbasis kerakyatan dan kearifan local, “Jaka.  Selain itu juga tambah Jaka sejalan dengan RPJPD  Kabupaten Berau tahun 2006-2026 mengarah kebijakan pembangunan pada tahap 4 salah satunya difokuskan pada pengembangan nilai tambah ekonomi komoditas perikanan dan kelautan .”Karenanya kami memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan pengelolaan akupuntur untuk mendukung perlindungan ekosistem magrove agar tetap terpelihara dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” kata Jaka seraya menambahkan Panen raya program mangrove sahabat Tambak  lestari MESTI di Kampung Pegat  Batumbuk Kecamatan Pulau Derawan menunjukkan perkembangan yang baik setelah setahun lalu tepatnya pada September 2023 lalu .

 

Kabupaten Berau memiliki ekosistem makhluk terluas kedua di Kalimantan Timur dengan luas dan mencapai kurang lebih 80.000 hektar diketahui bersama bahwa bahwa hutan mangrove merupakan kawasan bagi beberapa biota laut berkembang biak sehingga jika hutan masuk rusak maka dia telah tersebut tidak bisa berkembang biak dengan baik yang mengakibatkan proses reproduksi juga menjadi terhambat dan pada akhirnya bisa menjadi salah satu penyebab dari berkurangnya beberapa biota laut menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat pesisir.

Bersyukur dengan terjaganya ekosistem pesisir dan laut di Kabupaten Berau total produksi perikanan pada tahun 2023 mencapai 33,475,47 ton menunjukkan bahwa perikanan di kabupaten Berau memiliki nilai strategis untuk menjaga kedaulatan pangan meningkatkan pendapatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (sep/FN/Advetorial).